Ibadah Jumat: Belajar Berubah, Disiplin, dan Saling Mengasihi

Melalui ibadah Jumat ini, keluarga besar SMA Negeri 1 Waikabubak diajak untuk terus memperbaiki diri dan menghidupi iman melalui tindakan nyata

Jumat, 4 September 2026, keluarga besar SMA Negeri 1 Waikabubak kembali melaksanakan ibadah bersama yang bertempat di lapangan tengah sekolah. Ibadah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Ibadah kali ini dilayani oleh Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Waikabubak yang dipimpin oleh Romo Yeremias L. Nazuli, Pr. Dalam renungan, disampaikan pesan penting bahwa ketika seseorang mau berubah menjadi lebih baik, jangan melakukannya dengan setengah-setengah atau “suam-suam kuku”. Perubahan membutuhkan kemauan, keberanian, dan komitmen yang sungguh-sungguh agar dapat menghasilkan kehidupan yang lebih baik.

Pesan berikutnya adalah tentang disiplin. Disiplin bukan hanya tentang menaati aturan sekolah, tetapi juga tentang belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri, waktu, tugas, dan orang lain. Peserta didik diajak untuk membangun kebiasaan positif karena kedisiplinan yang dilakukan secara konsisten akan menjadi bagian dari karakter dan bekal penting untuk masa depan.

Selain itu, seluruh peserta didik diingatkan untuk tidak membuli atau merundung sesama. Setiap orang memiliki martabat dan kelebihan masing-masing sehingga harus diperlakukan dengan kasih, hormat, dan kepedulian. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua, tanpa ada tindakan yang merendahkan atau menyakiti orang lain.

Melalui ibadah Jumat ini, keluarga besar SMA Negeri 1 Waikabubak diajak untuk terus memperbaiki diri dan menghidupi iman melalui tindakan nyata. “Jangan menyulam kain lusuh dengan kain baru” menjadi pesan reflektif agar perubahan yang kita lakukan benar-benar berasal dari hati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga nilai iman, disiplin, kasih, dan anti-perundungan terus tumbuh dalam diri seluruh warga sekolah.

Menu