Senin, 28 September 2026, SMA Negeri melaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Bapak Paulinus Sukur, S.Pd., M.M. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk senantiasa bersyukur atas keberhasilan tim SMA Negeri yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang WiCE Malaysia, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Prestasi tersebut menjadi buah dari kerja keras, ketekunan, doa, dan semangat seluruh tim. Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Kepala Sekolah berpesan agar para siswa belajar dan berdoa dengan tekun serta berusaha sekuat tenaga untuk meraih kesuksesan di masa depan. Selain kemampuan akademik, siswa juga diajak untuk melatih jiwa leadership sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kepemimpinan tidak hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang mampu memimpin diri sendiri untuk terus bertumbuh. Dengan disiplin, doa, kerja keras, dan tanggung jawab, setiap siswa diharapkan mampu meraih cita-citanya.
Pada kesempatan tersebut, empat siswa yang mengikuti perlombaan di Malaysia juga mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman selama kurang lebih satu tahun persiapan dan penelitian hingga mengikuti perlombaan di Malaysia. Densi menyampaikan, “Kalau ingin mendapat sesuatu yang besar, jangan lupa melibatkan Tuhan.” Karin berbagi bahwa perjalanan tersebut menjadi ajang menguji mental karena datang dari tempat terpencil dan harus bersaing dengan ratusan sekolah. Pengalaman itu mengajarkan bahwa keberanian dan keyakinan menjadi bagian penting dalam meraih sebuah pencapaian.
Selomita menceritakan bahwa proses penelitian telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun hingga akhirnya sampai pada tahap perlombaan. Dari berbagai kesalahan yang terjadi, mereka belajar untuk bangkit dan tetap percaya bahwa anak-anak Sumba memiliki potensi untuk membawa perubahan agar Sumba tidak dipandang sebelah mata. Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tempat bukanlah penghalang untuk menghasilkan prestasi. Setiap tantangan justru menjadi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
Dede menegaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan bersama, karena semua berjuang untuk tim TIM Sumba, Kepala Sekolah, dan para guru. Ia juga mengingatkan bahwa guru yang berharga adalah mereka yang memberikan pendapat, pengalaman, arahan, dan pendampingan dalam setiap proses pembelajaran. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan yang mengantarkan tim hingga meraih prestasi di Malaysia. Terus belajar, berdoa, berproses, dan berani bermimpi besar karena dari Sumba, lahir generasi yang siap membawa perubahan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, doa, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah, setiap mimpi dapat diperjuangkan hingga menjadi kenyataan. Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, seluruh karyawan, serta seluruh peserta didik yang telah memberikan dukungan dan menjadi bagian dari perjalanan ini. Terima kasih juga kepada para orang tua/wali peserta didik, baik yang terlibat secara langsung maupun yang senantiasa mendukung dan mendoakan perjuangan anak-anak hingga mencapai prestasi ini. Secara khusus, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Yayasan Terang Sumba yang telah membimbing, mendukung, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk terus belajar, berkembang, dan berprestasi hingga detik ini. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi seluruh peserta didik untuk terus berani bermimpi, tekun belajar, melibatkan Tuhan dalam setiap perjuangan, dan tidak pernah menyerah menghadapi tantangan. Mari terus melangkah bersama, karena dari Sumba kita mampu berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik daerah hingga ke tingkat dunia.




